Sejarah Mikrobiologi dan Perkembangannya

Kamis, 18 Februari 2016

Sejarah mikrobiologi

Mikrobiologi adalah telaah mengenai organisme hidup yang berukuran mikroskopis. Dunia mikroorganisme terdiri dari lima kelompok organisme: bakteri, protozoa, virus, seta algae dan cendawan mikroskopis. Dalam bidang mikrobiologi kita mempelajari banyak segi mengenai jasad – jasad renik ini. Mikroorganisme sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia, beberapa di antaranya bermanfaat dan ada juga yang merugikan. Di antaranya banyak menghuni tubuh manusia, beberapa diantaranya menyebabkan penyakit. Ada juga yang terlibat dalam kegiatan manusia seperti halnya dalam pembuatan anggur, keju, yogurt, produksi penisilin serta proses – prose pembuangan limbah.


Mikrobiologi merupakan disiplin ilmu yang masih muda, dunia renik baru ditemukan sekitar 300 tahun lalu dan makna sesungguhnya dari mikrobiologi itu baru dipahami 200 tahun kemudian.

Bagaimana jasad renik bisa ditemukan?

Antony van Leeuwenhock (1632 – 1723) seorang mahasiswa ilmu pengetahuan alam berkebangsaan Belanda memang buka orang pertama yang melihat mikroba (bakteri & protozoa), tapi dialah yang pertama melaporkan pengamatannya dengan keterangan dan gambar – gambar yang teliti. Antony melakukan pengamatannya selama ia sibuk dengan hobi mengasah lensa dan membuat miikroskop. Selam hidupnya ia telah membuat lebih dari 250  buah mikroskop, terdiri dari lensa tunggal hasil gosokan rumah yang ditanam dalam kerangka kuningan dan perak. Pembesaran tertinggi yang dapat dicapainya adalah 200 – 300 kali masih jauh dengan lensa modern sekarang yang bisa melebihi 1000 kali. Tetapi Leeuwenhock membuatnya dengan baik dan yang terpenting dirinya mempunyai jiwa terbuka yang menjadi syarat utama bagi setiap peneliti.

Leeuwenhock memulai pengamatannya pada air hujan yang ditampung dalam cawan, dari sinilah Leeuwenhock menemukan beribu makhluk hidup daam setetes air. Lalu dibuatlah gambar  - gambar bakteri yang ditemukannya disertai keterangan yang amat menarik. Ia menuangkan penemuannya itu dalam serangkaian surat sebanyak lebih dari 300 buah yang dikimkan kepada rekannya di Royal society of London dan French Academy of Science.

Hasil pengamatan Leeuwenhock yang dilaporkannya dibaca banyak orang, tetapi penemuannya itu tidak dihiraukan. Sebelum tahun 1800 orang banyak belum menyadari bahwa mikroorganisme adalah penyebab banyak penyakit atau menyebabkan perubahan kimiawai pada bahan – bahan di sekitar yang tak terhitung banyaknya.

Asal – muasal kehidupan (generasi spontan vs biogenesis)

Dengan ditemukannya suatu dunia organisme yang tidak tampak dengan mata telanjang, membangunkan minat terhadap perdebatan hebat pada masa itu. Mengenai asal – muasal kehidupan. Darimanakah datangnya jasad – jasad renik ini?

Generasi spontan

Menduga jasad renik itu muncul sebagai akibat dkomposisi jaringan tumbuhan atau hewan yang mati. Dengan kata lain organisme hidup berasal dari bahan mati yang mengalami penghancuran. Konsepsi ini dikenal dengan generasi spontan atau abiogenesis. Pemikiran ini telah dicetuskan oleh bangasa Yunani kunong yang menyakini bahwa daging busuk menghasilkan belatung dan bahwa lalat dan katak muncul begitu saja dari lumpur pada keadaan iklim tertentu. Banyak yang tidak setuju dengan pendapat ini namun tidak sedikit pula yang mendukung teori generasi spontan ini.

Tidak terbuktinya generasi spontan dan diterimanya biogenesis

Pada 1749 John Needham (1713 – 1781) melakukan percobaan dengan daging yang dimasak dan mengamati bahwa terdapat mikroorganisme pada awal percobaan dan berkesimpulan bahwa jasad – jasad tersebut berasal dari daging.

Kemudian Lazaro Spallanzani (1729 – 1799) dalam usahanya untuk membuktikan bahwa konsepsi abiogenesis itu tidak benar, mendidihkan kaldu daging selama satu jam lalu wadah itu ditutupnya rapat – rapat. Maka tak ada jasad renik dalam labu tersebut. Tetapi hasil percobaannya ini yang dikuatkan dalam rangkaian percobaan ulangan, tidak dapat menyakinkan Needham bahwa mikroba tidaklah muncul karena generasi spontan.

Needham bersikeras bahwa diperlukan udara untuk generasi spontan mikrobe dan bahwa karena udara itu dikeluarkan dari labu selagi percobaan Spallanzani maka tak ada mikrobe yang muncul.

Perbedaan pendapat ini kemudia dipecahkan lebih dari 80 tahun kemudian oleh dua peneliti secara terpisah, yaitu Franz Schulze (1815 – 1873) dan Theodor Schwann (1810 – 1882)

Schulze melalukan udara melewati larutan asam pekat kedalam labu berisi kaldu daging yang di didihkan. Sedangkan Schwann malalukan udara melalui tabung membara ke dalam labu berisi kaldu daging yang didihkan. Maka dalam masing – masing labu tidak ditemukan mikrobe karena terbunuh oleh asam dan panas yang luarbiasa. Namun hal ini belum menyakinkan mereka yang menyokong teori generasi spontan.

Terori – teori yang berkembang setelahnya:
-      Teori Nutfah Fermentasi

-      Teori Nutfah Penyakit
   
    Sumber : Dasar - dasar mikrobiologi (Michael J. Pelczar, Jr., dan E.C.S. Chan) cetakan               1986

1 komentar

KALANGKABUT