BUDIDAYA MAHONI

Senin, 20 Januari 2014

I.                PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Mahoni (Swietenia macrophylla King.) adalah tumbuhan yang bernilai ekonomis tinggi karena kayunya merupakan bahan yang baik untuk berbagai keperluan seperti : bahan bangunan, perabot rumah tangga, peti kemas.
Mahoni dapat tumbuh dengan hasil baik di tempat-tempat yang terbuka dan terkena sinar matahari langsung baik di dataran rendah, maupun dataran tinggi yakni hingga ketinggian 1000 m di atas permukaan laut. Untuk mendapatkan tanaman yang tumbuh baik dan sehat, media tanam atau lahan yang ditanami harus subur, gembur dan drainase diatur dengan baik.
Sesuai dengan tekad pemerintah untuk menghijaukan lahan-lahan kritis melalui “Gerakan Sejuta Pohon”, maka beberapa kota besar di Indonesia berbenah diri menghijaukan dan memperindah kotanya. Gerakan ini disamping bertumpu pada aktivitas reboisasi, sekaligus dapat memberikan sumbangan terhadap pendapatan petani, dalam hal pengadaan benih. Maka sangat cocok apabila mahoni dipilih menjadi salah satu tanaman untuk gerakan ini. Selain itu mahoni juga memberikan beberapa keuntungan antara lain : manfaat estetis, manfaat hidrologis, manfaat klimatologis dan manfaat protektif (Nazaruddin, 1994).
Salah satu faktor penting untuk menentukan keberhasilan penanaman mahoni  adalah tersedianya bibit yang bermutu, hal ini berkaitan dengan proses perkecambahan. Salah satu faktor yang sangat penting dalam proses perkecambahan yaitu tersedianya air. Air merupakan salah satu faktor yang mutlak diperlukan dan tidak dapat digantikan oleh faktor lain seperti pemberian rangsangan atau perlakuan untuk memacu agar benih dapat berkecambah. Proses awal perkecambahan adalah proses imbibisi yaitu proses masuknya air kedalam benih. Pada proses ini yang perlu mendapatkan perhatian  adalah kadar air akhir setelah imbibisi, karena benih hanya akan berkecambah jika kadar air di dalam benih mencapai 50-60 %. Besarnya kebutuhan air berbeda-beda untuk bermacam-macam biji, demikian pula dengan responnya terhadap kelembaban lingkungan. Hal ini berkaitan dengan pengaruh kelembaban lingkungan terhadap aerasi biji.
Teknik perendaman biji mahoni dengan waktu yang berbeda-beda dimaksudkan agar didapat suatu biji dengan kemampuan penyerapan terhadap air yang paling optimal. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses imbibisi adalah: temperatur, kelembaban lingkungan, permeabilitas kulit biji, susunan kimia dalam biji, lama binji di dalam kondisi yang lembab (tak terlindungi) Abidin (1984).
Selama ini para petani menanam mahoni masih menggunakan cara tradisional yaitu menanam langsung biji mahoni di lahan persemaian tanpa melalui proses perendaman terlebih dahulu. Akibatnya proses perkecambahan berlangsung lama.

B.    Maksud dan Tujuan
1.     Mengetahui deskripsi tanaman mahoni (Swietenia mahagoni L.)
2.     Mengetahui cara budidaya tanaman mahoni secara baik dan benar
3.     Mengetahui fungsi tanaman mahoni bagi lingkungan dan manusia



II.              TINJAUAN PUSTAKA
Sampai saat ini produktivitas hutan alam sudah menurun sangat drastis sejalan dengan meningkatnya eksploitasi hutan secara terus-menerus untuk memenuhi permintaan akan kebutuhan kayu. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka pembangunan hutan tanaman sebagaai penghasil kayu baik untuk industri, pertukangan, kayu energi dan lain-lain harus ditingkaatkan baik dengan penambahan luas hutan tanaman maupun penggunaan materi tanaman unggul hasil pemuliaan. Dengan menggunakan materi tanaman yang unggul melalui kegiatan pembibitan yang baik akan dapat meningkatkan produtivitasnya dan mutu tegakan yang dihasilkan.
Perbanyakan tanaman merupakan serangkaian kegiatan yang diperlukan untuk penyediaan materi tanaman baik untuk kegiatan penelitian maupun program penanaman secara luas. Penyediaan bibit yang memiliki karakter unggul secara morfologi, fisiologis dan genetic akan sangat membantu keberhasilan tanaman di lapangan. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara generatif dan vegetatif. Informasi yang tepat tentang teknik perkecambahan dan pemeliharaan bibit sangat diperlukan dalam kegiatan produksi bibit unggul. Teknik pembiakan vegetatif merupakan salah satu cara untuk memproduksi bibit yang memiliki karakter unggul karena anakan yang dihasilkan merupakan duplikat dari induknya sehingga memiliki struktur genetik yang sama
Tanaman mahoni merupakan tanaman tahunan, dengan tinggi rata-rata 5- 25m (bahkan ada yang mencapai lebih dari 30 m), berakar tunggang dengan batang bulat, percabangan banyak, dan kayunya bergetah. Daunnya berupa daun majemuk, menyirip genap, helaian daun berbentuk bulat telur, ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun rata, tulang menyirip dengan panjang daun 3 - 15 cm. Daun yang masih muda berwarna merah dan setelah berubah menjadi hijau. Bunga tanaman mahoni adalah bunga majemuk, tersusun dalam karangan yang keluar dari ketiak daun. Ibu tangkai bunga silindris, berwarna coklat muda. Kelopak bunganya lepas satu sama lain dengan bentuk menyerupai sendok, berwarna hijau. Mahkota bunga silindris, berwarna kuning kecoklatan. Benang sari melekat pada mahkota. Kepala sari berwarna putih/kuning kecoklatan. Tanaman mahoni ini baru akan berbunga setelah usia 7 atau 8 tahun. Setelah berbunga, tahap selanjutnya adalah berbuah. Buah mahoni merupakan buah kotak dengan bentuk bulat telur berlekuk lima. Ketika buah masih imut berwarna hijau, dan setelah besar berwarna coklat. Di dalam buah terdapat biji berbentuk pipih dengan ujung agak tebal dan warnanya coklat kehitaman. Buah yang sudah tua sekali kulit buahnya akan pecah dengan sendirinya dan biji-biji pipih itu akan bebas berterbangan kemana angin meniup. Bila jatuh ke tanah yang cocok akan tumbuh menjadi tanaman mahoni generasi baru.
Klasifikasi; Berdasarkan klasifikasi ilmiahnya, tanaman ini termasuk dalam keluarga/familia Meliaceae. Tanaman yang di Indonesia dikenal sebagai mahoni ini mempunyai banyak nama sesuai dengan daerah atau negaranya. Di Bangli disebut sebagai mahagni. Di Belanda dikenal sebagai mahok. Orang Perancis menyebutnya acajou atau acajou pays, sementara tetangga kita (Malaysia) menamai tanaman ini cheriamagany. Lain lagi dengan orang Spanyol yang mengenalnya sebagai caoba/caoba de Santo/domingo. Di Indonesia sendiri tumbuhan berkayu keras ini mempunyai nama lokal lainnya, yaitu mahagoni, maoni atau moni. Asal usul tanaman ini dari Hindia Barat dan Afrika.
Taksonomi tanaman mahoni adalah sebagai berikut: Kingdom: Plantae (Tumbuhan), Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh), Super Divisi:Spermatophyta (Menghasilkan biji), Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga), Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil), Sub Kelas: Rosidae, Ordo: Sapindales, Famili: Meliaceae, Genus: Swietenia, Spesies: Swietenia mahagoni (L.) Jacq.
-        Syarat Tumbuh 
Tanaman mahoni ini merupakan tanaman tropis dan banyak ditemukan tumbuh liar di hutan jati dan tempat-tempat lain yang dekat dengan pantai. Tanaman ini dapat tumbuh dengan subur di pasir payau dekat dengan pantai. Tanaman ini menyukai tempat yang cukup sinar matahari langsung (tidak ternaungi). Tanaman ini termasuk jenis tanaman yang mampu bertahan hidup di tanah gersang sekalipun. Walaupun tidak disirami selama berbulan-bulan, mahoni masih mampu untuk bertahan hidup.  
-        Perbanyakan Tanaman
Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan biji, bisa juga dengan cangkok atau okulasi. Untuk tanaman mahoni yang akan digunakan sebagai tanaman obat, maka tidak boleh diberi pupuk kimia (anorganik) maupun pestisida.
-        Pemanfaatan
Tanaman mahoni banyak ditemukan di pinggir-pinggir jalan sebagai pohon pelindung. Pohonnya yang besar cocok untuk berteduh. Disamping itu karena sifatnya yang tahan panas/hidup di tanah gersang sehingga tanaman ini tetap bertahan menghiasi tepi jalan di beberapa daerah. Bagi penduduk Indonesia khususnya Jawa, tanaman ini bukanlah barang baru, karena sejak jaman penjajahan Belanda mahoni dan rekannya, pohon asan, sudah banyak ditanam di pinggir jalan sebagai peneduh terutama di sepanjang jalan Daendels (dari Merak sampai Banyuwangi). Dan sejak 20 tahun terakhir ini, tanaman mahoni mulai dibudidayakan karena kayunya mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kualitas kayunya keras dan sangat baik untuk meubeler, furniture, barang-barang ukiran dan kerajinan tangan. Sering juga dibuat penggaris karena sifatnya yang tidak mudah berubah. Kualitas kayu mahoni berada sedikit dibawah kayu jati sehingga sering dijuluki sebagai primadona kedua (primadona utamanya tetep jati ). Untuk mahoni yang tua kayunya berwarna merah kecoklatan. Ada beberapa jenis mahoni yaitu mahoni berdaun kecil (Swietenia mahagoni) dan mahoni berdaun lebar (Swietenia macrophilea). Swietenia mahagoni kualitas kayunya lebih bagus dibanding Swietenia macrophilea. Sedangkan kelebihan Swietenia macrophilea adalah lebih cepat tumbuh menjadi besar dan kayunya lempeng. Pemanfaatan lain dari tanaman mahoni adalah kulitnya dipergunakan untuk mewarnai pakaian. Kain yang direbus bersama kulit mahoni akan menjadi kuning dan wantek (tidak luntur). Sedangkan getah mahoni yang disebut juga blendok dapat dipergunakan sebagai bahan baku lem (perekat), dan daun mahoni untuk pakan ternak.
Pemanfaatan mahoni sebagai obat sudah sejak tahun 70-an. Yang diambil adalah bijinya. Pada waktu itu cara konsumsinya masih sederhana (tanpa diolah) yaitu dengan menelan langsung bijinya setelah membuang bagian yang pipih. Konon banyak penyakit yang kabur setelah diobati dengan biji mahoni ini. Tapi rasanya yang pahit banyak dikeluhkan. Dewasa ini sejalan dengan semboyan back to nature, pengobatan dengan bahan-bahan dari alam mulai banyak dilirik. Manusia mulai lebih kreatif mengolah bahan-bahan dari alam yang akan digunakan sebagai obat. Biji mahoni sebagai bahan baku obat dikeringkan terlebih dahulu kemudian digiling halus menjadi serbuk.
Ada beberapa jenis mahoni yaitu mahoni berdaun kecil (Swietenia mahagoni) dan mahoni berdaun lebar (Swietenia macrophilea). Swietenia mahagoni kualitas kayunya lebih bagus dibanding Swietenia macrophilea. Sedangkan kelebihan Swietenia macrophilea adalah lebih cepat tumbuh menjadi besar dan kayunya lempeng. Pemanfaatan lain dari tanaman mahoni adalah kulitnya dipergunakan untuk mewarnai pakaian. Kain yang direbus bersama kulit mahoni akan menjadi kuning dan wantek (tidak luntur). Sedangkan getah mahoni yang disebut juga blendok dapat dipergunakan sebagai bahan baku lem (perekat), dan daun mahoni untuk pakan ternak.
Pemanfaatan mahoni sebagai obat sudah sejak tahun 70-an. Yang diambil adalah bijinya. Pada waktu itu cara konsumsinya masih sederhana (tanpa diolah) yaitu dengan menelan langsung bijinya setelah membuang bagian yang pipih. Konon banyak penyakit yang sembuh setelah diobati dengan biji mahoni ini. Tapi rasanya yang pahit banyak dikeluhkan. Dewasa ini sejalan dengan semboyan back to nature, pengobatan dengan bahan-bahan dari alam mulai banyak dilirik. Manusia mulai lebih kreatif mengolah bahan-bahan dari alam yang akan digunakan sebagai obat. Biji mahoni sebagai bahan baku obat dikeringkan terlebih dahulu kemudian digiling halus menjadi serbuk.
          http://4.bp.blogspot.com/-u3QKi8smFeU/TgcQ9UC_cQI/AAAAAAAAAQA/j3G5T0UoELM/s640/pohon+mahoni.jpg           http://4.bp.blogspot.com/_k6Fph5W6yAY/TU4TU2L5YcI/AAAAAAAABrg/4OlJ4N8T4ps/s1600/mahoni.jpg
Gambar: Pohon mahoni dewasa dan buah mahoni
           http://3.bp.blogspot.com/-puaDPlpRZsg/TdMKdtJr1uI/AAAAAAAAAAM/4PxqayHGSz4/s1600/9447140886mahoni.jpg                 http://2.bp.blogspot.com/_A377eI7sQtg/SjC4SGFXEzI/AAAAAAAAAAU/bo_m2kKFmqs/s320/mahoni1.jpg
Gambar: buah mahoni dan biji dari buah mahoni
-        Manfaat Medis Dari Buah Mahoni
Buah mahoni memiliki kandungan zat bernama flavonolds dan saponins. Flavonolds sendiri dikenal berguna untuk melancarkan peredaran darah sehingga para penderita penyakit yang menyebabkan tersumbatnya aliran darah disarankan memakan buah mahoni sebagai salah satu alternatif jitu. Kandungan Flavonolds juga berkhasiat untuk mengurangi rasa sakit, pendarahan dan lebam serta bertindak sebagai antioksida untuk menetralisir radikal bebas. Kandungan lainnya yang terdapat pada buah mahoni adalah Saponins memiliki khasiat sebagai berikut
·                  pencegah penyakit sampar
·                  bisa juga untuk mengurangi kadar lemak badan
·                  meningkatkan sistem kekebalan
·                  Mencegah Pembekuan darah
·                  Menguatkan fungsi hati serta dapat memperlambat proses pembekuan darah
-        Teknik Budidaya Mahoni
Teknik Pembibitan Pohon Mahoni dikelompokkan menjadi 4 proses supaya lebih mudah difahami. Sebelumnya harus mengetahui syarat tumbuh pohon mahoni yaitu mahoni dapat tumbuh dengan subur di pasir payau dekat dengan pantai dan menyukai tempat yang cukup sinar matahari langsung, karena sifat tanaman ini mampu bertahan hidup pada tanah gersang sekalipun. Pohon mahoni mampu bertahan hidup meskipun tidak disirami air selama berbulan bulan. Lokasi yang bagus utnuk budidaya mahoni ialah ketinggian lahan maksimum 1.500 meter dpl dengan curah hujan 1.524-5 mm/tahun, suhu udara 11-36 C0.
1.     Pembungaan dan Pembuahan
Bunga berkelamin satu dan pohon berumah satu. Penyerbukan dilakukan oleh serangga. Hibridisasi sering terjadi terutama dengan S. mahagoni apabila species tersebut tumbuh bersama. Biasanya hanya satu bunga yang menjadi buah sementara lainnya gugur. Pembentukan bunga sampai buah masak diperlukan waktu 9-12 bulan. Masa berbunga dan berbuah terjadi setiap tahun mulai umur 10-15 tahun tetapi pembentukan buah akan menurun apabila polinator berkurang. Waktu yang lama dalam pembentukan buah memungkinkan untuk menaksir hasil setiap bulan sebelum pemungutan hasil. Biasanya pembungaan terjadi ketika pohon menggugurkan daun atau pada saat daun baru mulai muncul sesaat sebelum musim hujan. Musim bunga musim buah ditingkatkan dengan merendam dalam air selama 12 jam.
2.     Penaburan dan Perkecambahan
Untuk pengujian, benih dikecambahkan pada media pasir dengan kisaran suhu 35-30 C selama 12/12 atau 8/16 jam terang/gelap. Di persemaian benih ditabur di bak pasir terbuka sedalam 3-7 cm atau langsung ditabur di kantong. Benih berkecambah pada media gelap dibawah naungan. Benih akan berkecambah dalam 10-21 hari. Bibit dijaga tetap dalam naungan sampai di tanam di lapangan setelah tingginya mencapai  50-100 cm. Buah lebih baik dipetik langsung dari pohon sebelum merekah atau benihnya dikumpulkan dari bawah tegakan sesaat setelah jatuh. Produksi benih bervariasi tempat tumbuh dan umur. Faktor terpenting dalam produksi benih adalah efesiensi penyerbukan yang tidak menentu terutama di luar sebaran alami. Pohon dewasa S. macrophylla dapat menghasilkan sekitar lebih 200 buah masak pertahun atau sekitar 4-8 kg benih. Tetapi umumnya prosduksi hanya 2,5 - 4 kg benih per pohon untuk pohon pohon yang tajuknya cukup terbuka.
3.     Pemrosesan, Pengangan Buah dan Benih
Buah kering yang masak dan benih yang dikumpulkan dari lantai hutan dapat disimpan beberapa hari dalam karung tanpa menyebabkan kerusakan. Tetapi untuk mengurangi berat lebih baik apabila diproses di lapangan. Buah akan merekah setelah dijemur 1-4 hari, tergantung kemasakan, setelah itu biji dapat dipisahkan dengan menggoyang atau menggaruk buah. Bagian buah lainnya dapat dipisahkan dengan tangan. Selanjutnya dilakukan pemotongan sayap bila diperlukan.
4.     Penyimpanan dan Viabilitas
Benih termasuk Ortodox dan apabila disimpan dengan kadar air 3-7% pada temperatur rendah (1-5C) viabilitasnya akan tetap tinggi dan dapat bertahan beberapa tahun. Bila benih disimpan dalam kantong kertas pada temperatur suhu kamar, viabilitasnya dapat dipertahankan selama 7-8 bulan. Kadar air benih masak adalah 9-12%. Presentase kecambah benih segar 60-90%.
-        Teknik Pembibitan Secara Generatif
Pembibitan secara generatif dilakukan dengan menggunakan benih yang hasrus disemaikan terlebih dahulu pada media tabur yang telah disterilisasi, kemudian setelah berkecambah disapih ke media pertumbuhan. Media tabur yang biasa digunakan adalah pasir sungai sedangkan media pertumbuhan berupa campuran tanah dan kompos.
Benih yang digunakan harus berasal dari sumber benih yang jelas asal-usulnya sehingga dapat diketahui kualitas genetiknya. Beberapa tingkatan sumber benih yang bisa digunakan adalah sebagai berikut:
1.     Tegakan benih teridentifikasi : tegakan alam atau tanaman dengan kualitas rata-rata yang digunakan untuk menghasilkan benih dan lokasinya dapat teridentifikasi dengan tepat
2.     Tegakan benih terseleksi : tegakan alam atau tanaman, dengan penotipa pohon untuk karakter penting (sperti : batang lurus, tidak cacat dan percabangan ringan) diatas rata-rata
3.     Areal produksi benih : memiliki kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan tegakan benih teridentifikasi maupun teseleksi. Penjarangan untuk membuang pohon yang jelek dilakukan untuk meningkatkan produksi benih.
4.     Tegakan benih provenansi : tegakan yang dibangun dari benih yang berasal dari provensi yang sama yang telah teruji dan diketahui keunggulannya.
5.     Kebun benih semai : dibangun dengan bahan generatif (benih) yang berasal dari pohon induk terpilih. Didalamnya dilakukan seleksi pohon plus.
6.     Kebun benih klon : dibangun dengan bahan tanaman hasil perbanyakan vegetatif dari pohon plus di kebun benih atau hasil uji klon.
7.     Kebun pangkas : pertanaman yang dibangun untuk menghasilkan bahan stek untuk produksi bibit.
Penanganan benih dipersemaian merupakan awal dari kegiatan pembangunan tanaman. Kegiatan tersebut meliputi : persiapan benih, media tabur dan media sapih, perlakuan benih, penaburan benih, penyapihan bibit, pemeliharaan bibit san monitoring jumlah bibit siap tnam di persemaian. Biasanya dalam penyemaian benih diperlukan perlakuan khusus (skarifikasi) untuk mempercepat proses perkecmbahan benih. Skarifikasi benih dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti pemecahan/pengikiran kulit biji, perendaman dalam air panas dan dingin, perendaman dalam larutan asam sulfat. Tahapan selanjutnya adalah :
1.     Penaburan benih : biasanya menggunakan media pasir
2.     penyapihan semai ke media tumbuh umumnya berupa campuran tanah + pasir dan kompos (3 : 2 : 1)
3.     pemeliharaan dan pengamatan bibit sampai siap tanam.
- Teknik Pembibitan Secara Vegetatif
Beberapa keuntungan penggunaan teknik pembibitan secara vegetatif antara lain (Pudjiono, 1996) :
1.     Keturunan yang didapat mempunyai sifat genetik yang sama dengan induknya
2.     Tidak diperlukan peralataan khusus dan teknik yang tinggi kecuali untuk produksi bibit dalam skala besar,
3.     Produksi bibit tidak tergantung pada ketersediaan benih/musim buah, bisa dibuat secara kontinyu dengan mudah dan murah
4.     Meskipun akar yang dihasilkan dengan cara vegetatif umunya relatif dangkal, kurang beraturan dan melebar, namun lama kelamaan akan berkembang dengan baik seperti tanaman dari biji
5.     Umunya tanaman akan lebih cepat bereproduksi/menghasilkan buah
6.     Bibit hasil secara vegetatif sangat berguna untuk program pemuliaan tanaman yaitu untuk pengembangan bank klon, kebun benih klon, perbanyakan tanaman hasil persilangan terkendali misalnya hybrid atau steryl hybrid yang tidak dapat bereproduksi secara seksual dan perbanyakan masal tanaman terseleksi














III.            BUDIDAYA MAHONI (Swietenia microphylla King)

A.    Pembibitan Mahoni Secara Generatif
Pembibitan mahoni umumnya dilakukan secara generatif namun dapat pula diperbanyak dengan cara stek pucuk menggunakan tunas pada batang pohon mahoni. Daya berkecambah biji yang matang/tua dan kering mencapai 80-90%. Sebelum disemaikan biji mahoni dipotong sayapnya, kemudian ditanam dengan kedalaman 2-4 cm pada media pasir dalam polibag dengan posisi potongan sayap menghadap ke atas. Semai sudah bisa disapih ke media tanah + kompos (3:1) setelah 2-4 minggu. Penyemaian mahoni dapat juga langsung dilakukan pada media tanah + kompos. Bibit  mahoni sudah siap tanam setelah berumur 3-4 bulan dengan tinggi rata-rata 30-40.
Di Indonesia terdapat dua jenis yaitu Swietenia macrophyllia King (Mahoni daun besar) dan Swietenia mahagoni Jaq (Mahoni daun kecil). Mahoni daun lebar
memiliki pertumbuhan relatif lebih cepat dibandingkan mahoni daun kecil.
http://www.stuartxchange.com/Mahogany.jpg        http://wildwanderer.com/flowers/Swietania_macrophylla.JPG
Gambar: swietenia mahagoni jacq (daun kecil) dan Swietenia macropyhlla King (daun lebar)
1.     Pengadaan biji
Untuk memperoleh produktivitas kayu dan mutu tegakan yang tinggi perlu
diupayakan pemakaian bibit yang baik. Bibit yang baik diperoleh dari pohon yang
benihnya telah berumur lebih dari 20 tahun. Pengambilan biji dilakukan apabila
buah sudah masak yang berwarna coklat tua.
 


2.     Perendaman biji
Teknik perendaman biji mahoni dimaksudkan untuk mempermudah air masuk kedalam keping biji. Karena proses awal perkecambahan adalah proses imbibisi yaitu masuknya air ke dalam biji hingga kadar air di dalam biji mencapai persentase tertentu antara 50-60 %. Proses perkecambahan ini dapat terjadi jika kulit biji permeabel terhadap air dan tersedia cukup air dengan tekanan osmosis tertentu. Akibat terjadinya proses imbibisi kulit biji akan menjadi lunak dan retak-retak. Bersamaan dengan proses imbibisi akan terjadi peningkatan laju respirasi yang akan mengaktifkan enzim-enzim yang terdapat didalamnya. Sehingga terjadi proses perombakan cadangan makanan (katabolisme) yang akan menghasilkan energi ATP dan unsur hara yang akan diikuti oleh pembentukan senyawa protein (anabolisme/sintesis protein). Untuk pembentukan sel-sel baru pada embrio akan diikuti proses diferensiasi sel-sel sehingga terbentuk plumula yang merupakan bakal-batang dan daun serta radikula yang merupakan bakal akar. Kedua bagian ini akan bertambah besar sehingga akhirnya benih akan berkecambah.
3.     Penaburan Biji
a.      Media tabur yang digunakan adalah tanah dicampur pasir dengan perbandingan 2 : 1, kemudian disaring dengan  kawat saringan. Penaburan benih dilakukan secara merata ke seluruh permukaan media.
b.     Cara lain penaburan biji dapat dilakukan ke dalam bak besar atau kantong plastik yang sudah diberi lobang-lobang kecil. Pada cara ini tidak diperlukan penyapihan bibit, tetapidiperlukan penyulaman pada kantong plastik yang bijinya tidak tumbuh. Perlakuannya hampir sama seperti bibit yang disapih. Untuk menjaga kelembaban pada bedeng tabur, dilakukan penyiraman secara hati-hati.
4.     Penyapihan
Benih yang mulai berkecambah atau  sudah mempunyai 2 – 4 helai daun dapat dipindahkan ke dalam kantong plastik (polybag) yang telah diisi media. Komposisi yang umum dipakai adalah campuran pasir, tanah dan kompos dengan perbandingan 7: 2 : 1.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyapihan bibit antara lain :
a.      Pencabutan semai dari bedeng tabur harus hati-hati dan akar tidak boleh patah/rusak.
b.     Semai ditanam dalam kantong plastik berdiri tegak dan akar semai jangan melipat.
c.      Semai terhindar dari luka
d.     Penyapihan dilakukan pada pagi hari atau sore hari dan dilakukan dibawah naungan.

Bibit siap ditanam di lapangan setelah berumur ± 6 bulan dengan tinggi ± 25 cm (dari pangkal batang sampai ujung daun), bagian batang bibit berkayu, diameter bibit > 2 mm, sehat dan segar.

B.    Pembibitan Mahoni Dengan Stek Pucuk
Pembibitan dengan teknik stek pucuk umumnya dilakukan dalam rangka produksi bibit secara massal untuk keperluan operasional penanaman. Dengan teknik ini dapat dihasilkan bibit dalam jumlah besar. Bahan yang digunakan adalah bahan stek dari tunas/trubusan yang diperoleh dari kebun pangkas, media stek yang digunakan adalah pasir/ kompos , zat pengatur tumbuh, bak plastik/ember, label, fungisida, gunting stek/pisau cutter.
Untuk kegiatan pembibitan dengan stek pucuk diperlukan beberapa fasilitas penunjang yaitu tempat pembibitan dapat dilakukan di rumah kaca atau bedengan persemaian yang ditutup dengan sungkup plastik. Untuk persemaian skala besar diperlukan peralatan lainnya antara lain pengaturan naungan, pengaturan suhu dan ventilasi, pengaturan penyiraman dan kelembaban udara yang dijalankan secara otomatis merupakan faktor yang sangat penting untuk menunjang keberhasilannya. Selain itu diperlukan sumber air yang tersedia sepanjang tahun, sumber bahan stek (kebun pangkas) dan tempat penyimpanan media stek.
Kebun pangkas perlu dibangun sebagai sumber bahan stek yang menghasilkan tunas secara terus menerus. Pembangunan kebun pangkas hendaknya dilakukan dengan menggunakan materi tanaman dari pohon plus sehingga bibit yang akan dihasilkan memiliki kualitas genetik yang baik/unggul. Materi tanaman yang dipergunakan untuk membangun kebun pangkas berasal dari benih hasil penyerbukan terkendali antara pohon-pohon plus dan klon hasil perbanyakan vegetatif dari pohon plus.Pembuatan stek pucuk dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
1.     Penyiapan media stek dalam polibag/kantong bibit/tabung bibit
2.     Pembuatan stek dengan cara memotong pucuk mahoni menjadi beberapa bagian. Satu stek terdiri atas 2 mata/nude. Tunas dipilih yang belum membentuk jaringan gabus kemudian direndam stek pada larutan fungisida.
3.     Sebelum ditanam bagian pangkal stek dicelupkan kedalam larutan ZPT, kemudian stek ditanam pada media yang telah diberi lubang tanam terlebih dahulu.
4.     Bedengan stek ditutup plastik sungkup untuk memelihara kelembaban udara tetap tinggi sekitar 90% dan perlu diberi naungan dengan intensitas cahaya 15-25 % untuk bedengan tanpa pengabutan dan intensitas cahaya 30-50% untuk bedengan dengan sistem pengabutan.
5.     Pemeliharaan rutin meliputi penyiraman, penyemprotan fungisida dan pembersihan gulma dan setelah stek berakar stek disapih ke media pertumbuhan agar bibit tumbuh baik sampai siap tanam. Biasanya bibit sudah siap tanam pada umur 4 bulan.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam kegiatan pembibitan dengan teknik stek pucuk mahoni adalah sebagai berikut :
1.     Semakin tinggi pemangkasan akan mempengaruhi tingkat keberhasilannya.
2.     Umur trubusan yang baik untuk bahan stek pucuk umunya sekitar 1 – 2 bulan. Bertambahnya umur tunas mengurangi daya perakaran stek. Untuk memudahkan dalam menentukan masa panen tunas dapat dilihat dari panjang tunas yaitu apabila telah mencapai panjang 30-40 cm.
3.     Tipe pertumbuhan tunas harus diperhatikan dengan memilih tunas yang memiliki pertumbuhan ke arah vertikal (ortotropic). Tunas yang bersifat plagiotropic sebaiknya tidak digunakan karena akan menghasilkan bibit yang tumbuhnya tidak normal (mendatar seperti cabang).
4.     Posisi trubusan pada tonggak juga mempengaruhi kemampuan berakar stek. Semakin tinggi posisi tunas pada tonggak maka kemampuan berakarnya semakin rendah
5.     Pengepakan bahan tanaman harus diperhatikan terutama apabila bahan stek diambil dari lokasi yang jauh dari tempat pembibitan. Sebaiknya penyetekan segera dilakukan setelah bahan stek tiba di pembibitan. Cara pengepakan stek yang bisa dilakukan dengan membungkus bahan stek dengan kertas koran basah, kemudian dimasukkan ke dalam es box yang diisi es batu.

C.    Persiapan Lapangan
1.     Penataan lapangan budidaya mahoni. Penataan areal penanaman dimaksudkan untuk mengatur tempat dan waktu, pengawasan serta keperluan pengelolaan hutan lebih lanjut. Areal dibagi menjadi blok-blok tata hutan dan blok dibagi menjadi peta-petak tata hutan. Unit-unit ini ditandai dengan patok dan digambar diatas peta dengan skala 1 : 10.000. Batas-batas blok dapat dipakai berupa
batas alam seperti sungai, punggung bukit atau batas buatan seperti jalan,
patok kayu atau beton.
2.     Pembersihan lapangan. Beberapa kegiatan yang dilakukan sebelum
penanaman meliputi :
a.      Menebang pohon-pohon sisa dan meninggalkan pohon yang di larang
ditebang
b.     Mengumpulkan semak belukar, alang-alang dan rumput-rumputan
c.      Sampah-sampah yang telah terkumpul dibakar.
3.     Pengolahan tanah. Pengolahan tanah diperlukan pada tanah-tanah yang
padat dengan cara sebagai berikut :
a.      Tanah dicangkul sedalam 20 - 25 cm kemudian dibalik
b.     Bungkalan-bungkalan tanah dihancurkan, akar-akar dikumpulkan,
dijemur dan dibakar
c.      Tanah pada jalur-jalur tanaman dihaluskan dan dibersihkan, kemudian
dibuat lubang tanaman


D.    Penanaman dan pemeliharaan
1.     Pengangkutan bibit. Pengangkutan bibit dari persemaian ke lokasi
penanaman harus dilakukan dengan hati-hati agar bibit tidak mengalami
kerusakan selama dalam perjalanan. Bibit yang telah diseleksi dimasukan ke
dalam peti atau keranjang dan disarankan agar bibit tidak ditumpuk. Bibit
disusun rapat hingga tidak bergerak jika dibawa. Jumlah bibit yang diangkut
ke lapangan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan menanam. Bibit
yang diangkut diusahakan bibit yang sehat dan segar. Hindarkan bibit dari
panas matahari dan supaya disimpan di tempat teduh dan terlindung.
2.     Waktu penanaman. Penanaman dilakukan setelah hujan lebat pada musim
hujan, yaitu dalam bulan Oktober sampai Januari. Pengamatan mulainya
hujan lebat sangat perlu, karena bibit yang baru ditanam menghendaki
banyak air dan udara lembab. Bibit yang ditanam ke lapangan adalah bibit
yang telah berumur 3-4 bulan di bedeng sapih dengan ukuran tinggi 25-30
cm.
3.     Teknik penanaman. Bibit ditanam tegak sedalam leher akar. Apabila
terdapat akar cabang yang menerobos keluar dari tanah dalam kantong
plastik, dipotong aga tidak tertanam terlipat dalam lubang tanaman. Sebelum
ditanam, tanah dalam kantong plastik dipadatkan lalu kantong plastik dibuka
perlahan-lahan, tanah serta bibit di keluarkan baru ditanam. Bibit ditanam
berdiri tegak pada lubang yang telah dibuat pada setiap ajir, kemudian diisi
dengan tanah gembur sampai leher akar. Tanah yang ada di sekelilingnya
ditekan agar menjadi padat.
4.     Pemeliharaan. Meliputi kegiatan penyiangan, penyulaman, pendangiran dan
pemupukan, kegiatan pemeliharaan dilakukan tiga bulan sekali selama 2
tahun stelah penanaman di lapangan.
a.      Penyiangan. Kegiatan ini bertujuan untuk membebaskan tanaman
pokok dan belukar dan tumbuhan pengganggu lainnya. Oleh karena itu
penyiangan dilakukan terutama pada tahun pertama dan kedua.
Penyiangan dikerjakan sepanjang kiri-kanan larikan tanaman selebar
50 cm.
b.     Penyulaman. Penyulaman dilakukan pada tahun pertama selama
musim hujan. Tanaman yang mati atau merana disulam dengan bibit
dari persemaian dan diulang selama hujan masih cukup. Apabila lahan
di sekitar tanaman sangat terbuka maka dapat diberi mulsa.
c.      Pendangiran. Kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan penyiangan
di mana tanah di sekitar tanaman akan digemburkan lebih kurang
seluas lubang tanam
d.     Pemupukan. Pemupukan diberikan setelah dilakukan penyiangan dan
pendangiran, pupuk ditaburkan di sekeliling tanaman Akasia mengikuti
alur lubang tanaman dan ditimbun tanah. Pupuk yang digunakan dapat
merupakan campuran yang membentuk kandungan NPK dapat pula
digunakan urea; TSP; KCL dengan perbandingan 1 : 2 : 1. Pemberian
pupuk disesuaikan dengan pengalaman dalam pemberian pupuk.
5.     Hama dan penyakit. Adanya semut (Componotus sp) dan rayap
(Coptotermes sp) yang membuat sarang pada bagian dalam kayu Swietenia microphylla, mengakibatkan menurunnya kualitas kayu. Dari hasil pengamatan
didapatkan terserang oleh Xystrocera sp. famili Cerambicidae
yang biasa menggerek kayu Paraserianthes falcataria, selain itu sejenis ulat
belum diketahui jenisnya telah menyebabkan gugurnya daun

a)     Serangan pada persemaian mahoni disebabkan oleh Xylosandrus compactus (scolytid beetle) sejenis kumbang sisik yang menyerang batang semai. Merupakan famili Coleoptera, Scolyptidae. Hama ini meletakan telurnya di dalam batang, dan larvanya hidup di dalam batang tersebut, sehingga mengakibatkan kerusakan, dan semai tersebut roboh/mati. Selain pada semai, kadang hama ini juga meletakan telur-telurnya pada ranting dan cabang pohon lainnya.
b)     Penggerek pucuk Hypsipyla robusta (shoot borer), Merupakan famili Lepidoptera; Pyralida. Pada tingkat larva menyerang tegakan pada tingkat sapling terutama pada umur 3 – 6 tahun dengan tinggi antara 2 – 8 m, pada pohon dengan umur tua jarang dijumpai serangan ini. Dengan daur hidup 1 – 2 bulan, berbagai tingkatan larva dapat sekaligus melakukan penyerangan berulang kali. Gejala yang nampak adalah pucuk tiba-tiba menjadi layu, mengering dan lama-lama mati. Jika dipotong bagian batang pucuk yang mati akan dijumpai terdapat larva kumbang (seperti ulat) berada di dalamnya. Sampai saat ini belum ditemukan metode yang efektif guna mengatasinya. Pencegahan yang diajurkan antara lain penanaman multikultur (campur) antara mahoni dan akasia mangium (Matsumoto et al, 1997) dan pencampuran dengan Azadirachta indica (mimbo). (Suharti, 1995)
c)     Ulat pemakan daun; Hama lain yang menyerang tanaman mahoni adalah ulat pemakan daun Attacus atlas (Lepidoptera, Saturnidae) dan sejenis lebah pemotong daun Megachile sp (Hymenoptera, Megachilidae). Serangan hama ini belum dianggap merugikan karena intensitas dan dampaknya yang masih minor/kecil.
d)     Jamur akar, Jamur ini menyerang pada pertengahan musim hujan tumbuh dari bawah menyebar dengan cepat dan seringkali menyebabkan kematian pohon pada akhir musim hujan. Jamur ini diperkirakan menular melalui aliran air terutama pada daerah miring serta masuk lewat luka pada akar tanaman dan menyerang seluruh bagian tanaman. Serangan penyakit ini pernah terjadi pada tegakan mahoni di Puwodadi dan menyerang hampir 40% dari tegakan yang ada.

http://www.scolytid.msu.edu/images/jiri/sampsonius.jpghttp://old.padil.gov.au/pbt/files/uall/STSB_Fig_1_0.jpg
Gambar: Xylosandrus compactus Dan Hypsipyla robusta
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQZIdywDEWDqcDg8xd-dnh3eBeMnuJ-MbYQNUfuz8ZNC8wFrGTX 
IV.            PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dalam prakteknya budidaya mahoni dijadikan ladang investasi jangka menengah oleh para petani atau kelompok tani. Mahoni merupakan golongan kayu yang termasuk dalam kayu yang banyak digunakan sebagai bahan baku mebel dan perabotan. Memiliki fisiologi yang besar dan kuat dan mampu tumbuh dilahan yang miskin unsur hara menjadikan mahoni sebagai salah satu pilihan tanaman yang dibudidayakan untuk menghijaukan lingkungan dan banyak ditanam dipinggir jalan-jalan besar perkotaan dan provinsi. Selain kayu mahoni yang terkenal bagus kayunya, masih ada potensi dari buah mahoni yang belakangan diketahui mampu mengobati beberapa macam penyakit pada manusia.
Buah mahoni berkulit keras, sehingga untuk proses pembibitan harus ada bagian yang sedikit di kikis atau dipotong agar air masuk dan proses perkecambahan biji dapat berlangsung cepat.
B.    Saran
Dalam usaha pelestarian alam dan pemenuhan kebutuhan manusia akan konsumsi, papan, dan obat-obatan. Mahoni bisa jadi pilihan yang potensial mengingat tanaman ini tidak menuntut syarat tumbuh yang spesisfik. Dari segi ekonomi mahoni bisa dijadikan ladang investasi yang relatif murah dan mudah dilakukan oleh para petani karena budidaya tanaman bukan hal yang baru bagi petani, namun begitu harus ada pengarahan bagaimana mendapatkan bibit yang baik dan tanaman yang unggul.





DAFTAR PUSTAKA
Adinugraha, HA, H. Moko dan O. Chigira. 2001. Penelitian Pendahuluan Pengaruh Lama Penyimpanan Scion Terhadap Keberhasilan Sambungan Jenis Eucalyptus pellita. Buletin pemuliaan Pohon Vol.5 No.1, hal 11-20. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan. Yogyakarta.
Anonim, 2003. Teknik Pembibitan dan Konservasi Tanah. Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Buku 1). Departeen Kehutanan. Jakarta.
Anonim. 2004. Petunjuk Teknis Pembangunan dan Pengelolaan Sumber Benih. Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan. Departemen Kehutanan. Jakarta.
Herawan, T., dan Y. Husnaeni. 1996. Teknik Rejuvenasi Menggunakan Metoda Rendaman Cabang Dala Air Pada Jenis A. mangium, E. deglupta, E. urophylla dan P. falcataria.
Alvenga, S., Flores, E.M. (1988): Morfologia y germinacion de la semilla de caoba, Swietenia macrophylla King. (Meliaceae). Revista de Biologia Tropical, 36: 2A, 261-267. Universidad de Costa Rica.

Cottle, G.W. 1959: Mahogany - a valuable tree for farmers. Agricultural Journal Fiji, 29: 19-20.

Gullison RE, Panfil SN, Strouse JJ, Hubbell SP, 1996. Ecology and management of mahogany (Swietenia macrophylla King) in the Chimanes Forest, Beni,Bolivia. Bot. J. of the Linnean Society. 122: 9-34.

Lyhr, K. P., 1992. Mahogany – Silviculture and Use of American Mahogany (Swietenia spp.). The Royal Veterinary and Agricultural University, Copenhagen.

Nataniela V, Singh K, Lal S, 1997. Seed production of Swietenia macrophylla (Large-leaved Mahogany) in Fiji. Pacific Islands Forests & Trees 4/97: 7-11.





2 komentar

  1. Terimakasih informasinya sangat bermanfaat ,saya suka artikelnya,Raih Rp.7 Juta dalam 7 hari hanya dengan mengkampanyekan menanam pohon secara online
    http://goo.gl/GceX9Y

    BalasHapus
  2. Mari hijaukan bumi kita bersama ...
    Bisa dengan cara bertanam pohon mahoni atau tanaman kehutanan lainnya

    Selamatkan bumi, Cintai lingkungan ...

    warung bibit

    BalasHapus

KALANGKABUT