Elektronik merajalela (wajib baca)

Kamis, 18 April 2013

ELEKTRONIK

Dewasa ini, perkembangan media elektronik dapat dikatakan sangat pesat. Sulit rasanya menemukan sebuah rumah tanpa ada media elektronik seperti televisi. Ya, televisi adalah barang yang paling banyak digunakan dalam media tersebut. tak hanya rumah, mobil pun kini ada yang dilengkapi dengan media tersebut. Selain itu, nonton TV dan film pun kini dapat menggunakan smartphone. Perkembangan yang sangat luar biasa, bukan?

Lalu, apakah perkembangan media elektronik ini bebas dari dampak negatif? Tentu tidak sebab segala sesuatu itu pasti ada kekurangan dan kelebihan. Ya, media ini pun tak lepas dari kelebihan dan kekurangan. Untuk lebih jelasnya, berikut ulasan lengkapnya.
Kelebihan Media Elektronik

Manfaat atau kelebihan utama dari media elektronik yaitu sebagai hiburan, pendidikan, dan juga relaksasi. Semua orang bisa mempelajari budaya luar, memahami sudut pandang orang lain, memperoleh inspirasi, dan mempromosikan kreativitas. Selain itu, manfaat lainnya yaitu adanya dukungan keamanan, keselamatan, serta dukungan sosial yang ditawarkan oleh komunikasi modern.

Sebuah riset akademik menunjukkan bahwa anak-anak itu cenderung banyak belajar dari televisi. Anak-anak pun memakai berbagai media tersebut untuk mengembangkan platform penting dalam kegiatan sosial. Ketersediaan media untuk memengaruhi keyakinan sekaligus perilaku bisa digunakan untuk manfaat anak seperti mempromosikan aktivitas anak ataupun lewat internet dengan basis layanan pendukung di dalam pembelajaran. Menonton televisi juga dapat membuat kinerja akademik anak meningkat.

Dengan media elektronik atau electronic media, semua orang bisa dengan mudah memperoleh segala informasi dan berita terkini, baik itu dari dalam negeri maupun mancanegara. Selain mudah didapat, semua informasi tersebut pun cepat diperoleh dan ini adalah kebutuhan masyarakat di dunia modern seperti saat ini.

Setiap kelebihan pasti akan diikuti dengan kekurangan. Lalu, apa saja kekurangan dari media komunikasi modern ini? Simak ulasannya berikut ini.
Dampak Negatif Media Elektronik pada Anak

Media memang berperan besar di dalam kehidupan manusia atau mungkin saja akan mengandalilan kehidupan manusia. Perkembangan teknologi yang begitu cepat mengakibatkan media semakin mudah diakses. Kemudahan ini tentunya tak hanya sekadar dirasakan orang dewasa, tetapi juga oleh anak-anak. Fenomena tersebut pasti akan memunculkan berbagai dampak bagi anak-anak.

Informasi serta berbagai macam pengetahuan yang didapat anak-anak dari media mungkin saja dianggap sebagai keuntungan tersendiri. Tapi di sisi lain, muncul pula sebuah kekhawatiran. Kekhawatiran ini adalah hal yang sangat wajar karena media di zaman sekarang sudah terjebak dalam fundamentalis pasar.

Kini, media cenderung lebih mengutamakan kebutuhan pasar. Akibatnya, kualitas penyajian dari media tersebut menjadi buruk. Media beranggapan bahwa apa yang ditampilkan hanya sebatas sebagai komoditas. Sajian-sajian yang bersifat pada nilai dan juga pelajaran moral mulai ditinggalkan sebab sudah terganti dengan sajian yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan pasar atau industri.

Dalam hal ini, televisi sangat mendominasi dampak buruk dari media. Banyak orangtua yang merasa risau dan cemas dengan kebiasaan menonton TV anak-anaknya. Dampak buruk dari seringnya menonton televisi adalah semangat belajar yang terus menurun, menjadi tidak peduli dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar lingkungannya, dan lain sebagainya. Mungkinkah anak menjadi apatis terhadap kehidupan lingkungannya?

Pada umumnya, berbagai tayangan acara televisi mempunyai daya tarik yang menyebabkan soerang anak mungkin saja ketagihan menonton sehingga waktu untuk belajar menjadi semakin berkurang. Si anak pun cenderung tidak mau bersosialiasi dan tak mampu mengembangkan potensi diri.

Dengan kondisi seperti itu, sudah sepatutnya setiap orangtua peduli dan waspada dengan masa depan buah hati mereka. Bisa dibayangkan jika anak yang cenderung masih labil dan juga mudah dipengaruhi banyak mendapat pengaruh buruk dari media.

Sebuah teori bernama teori Jarum Hipodermik menjelaskan bahwa kekuatan dahsyat pada media bisa menguasai kendali pikiran masyarakat yang pasif dan tak berdaya. Kekuatan media yang memengaruhi khalayak ramai ini bergerak seperti jarum suntik, yaitu tak terlihat tetapi berefek. Berdasarkan teori tersebut, dapat disimpulkan bahwa tayangan buruk di media mampu memengaruhi perilaku anak-anak.
Mengurangi Dampak Negatif Media Elektronik pada Anak

Lalu, bagaimana cara mengurangi dampak buruk dari media ini? Berikut ini cara mengurangi dampak buruk dari electronic media.
Keluarga Menjadi Benteng Utama

Perhatian lebih mutlak diperlukan untuk menekan pengaruh media. Perhatian khusus ini tak hanya diberikan oleh pemerintah lewat berbagai kebijakannya, tetapi yang lebih penting yaitu adanya kontrol dari kelurga, terutama orangtua. Kontrol intern tersebut haruslah fokus pada tindakan pencegahan sehingga pengaruh buruk tersebut mampu diminimalisasi sedini mungkin.

Ada banyak trik yang bisa dilakukan oleh para orangtua ataupun keluarga untuk memerhatikan sekaligus melindungi anak-anaknya dari dampak buruk media ini. Misalnya orangtua bisa menawarkan alternatif media yang memang memiliki dampak negatif lebih kecil.

Radio adalah salah satu media yang bisa dimanfaatkan. Dengan mendengarkan radio secara rutin dan pada waktu yang tepat, mata si anak tentu saja tak mudah lelah. Selain itu, manfaat lainnya yang diperoleh adalah si anak diajarkan untuk terbiasa dan mau mendengarkan orang lain sekaligus juga meningkatkan imajinasi.

Ketergantungan anak terhadap media, terutama tayangan televisi, memang sangat sulit dibendung. Dalam hal ini, orangtua harus meminta secara persuasif kepada anak untuk menuliskan hal-hal apa saja yang diperoleh dari media. Keluarga pun harus mendidik anak agar menjadi aktif dalam menikmati apa yang disajikan oleh media.

Contohnya saat anak menonton sebuah tayangan di televisi. Cobalah ajak si anak untuk menuliskan hal-hal menarik yang diperoleh dari tayangan televisi tersebut. Lalu, keluarga, terutama orangtua, memberikan masukan dan juga catatan untuk tulisan yang dibuat si anak tersebut. secara tak langsung,

Cara-cara seperti ini akan meningkatkan kreativitas anak dan kemampuan berkomunikasi sekaligus bersosialisasi. Cara-cara tersebut juga secara tak langsung akan meminimalisasi tingkat ketergantungan anak pada media tersebut
Membuat Perpustakaan Keluarga di Rumah

Melarang anak menonton televisi secara total tentu bukan sebuah kebijakan yang bijak. Orangtua pun tak dapat begitu saja melarang anaknya menonton televisi. Sebagai solusinya, kita harus menyediakan sarana pengganti. Agar waktu senggang tak dihabiskan hanya dengan menonton televisi, buatlah sarana bacaan di rumah untuk mengisi waktu luang. Tempat ini biasa disebut dengan perpustakaan keluarga.

Perpustakaan keluarga biasanya berada di ruang keluarga. Ya, ruang keluarga ini sekaligus dijadikan sebagai perpustakaan keluarga. Di ruangan ini, biasanya telah tersedia meja kecil, karpet, sofa, dan bantal, sehingga kita hanya tinggal menambahkan rak dan buku-buku bacaan.

Walaupun di ruang keluarga tersedia sebuah televisi, dengan adanya perpustakaan keluarga di ruangan tersebut, ketergantungan menonton TV bisa dikurangi. Keluarga-keluarga yang sudah berhasil membuat perpustakaan keluarga di rumah, pasti merasakan ada manfaat yang didapat. Terlebih lagi ruang yang dipakai bersifat ruangan khusus, tak terlalu luas, tetapi nyaman.

Sementara itu, manfaat utama perpustakaan keluarga adalah sebagai tempat berkumpulnya seluruh anggota keluarga. Di sinilah terjadinya interaksi antarsesama anggota keluarga sehingga hubungan antara orangtua dan anak dapat terjalin semakin dekat. Orangtua akan menjadi lebih mudah mengontrol anaknya. Si anak juga akan lebih mudah dan terbiasa mengungkapkan semua isi hatinya pada orangtua. Manfaat lainnya adalah si anak akan terbiasa membaca dan melupakan kebiasaan buruk menonton televisi.

sumber: anneahira.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KALANGKABUT